Latest News

Ulama Sepakat : Haram Mengucapkan Selamat Natal

Posted by Lathifatuz Zahroh Minggu, 26 Desember 2010, under | 0 komentar

Memberi ucapan selamat kepada orang-orang kafir pada hari natal atau hari-hari besar keagamaan mereka lainnya hukumnya haram menurut kesepakatan ulama sebagaimana dinukil oleh Ibnul Qoyyim di dalam kitabnya Ahkam Ahli Adz-Dzimmah. Beliau menulis, ”Adapun memberi ucapan selamat untuk syiar-syiar khusus orang kafir, maka haram hukumnya menurut kesepakatan (ulama). Misalnya memberi ucapan selamat untuk hari-hari besar mereka atau puasa-puasa mereka dengan mengucapkan, ”semoga hari raya kalian diberkati” atau ”selamat hari raya untuk kalian”, dan ucapan semisalnya. Sekalipun pengucapnya bukan orang kafir, tetapi ucapan itu termasuk perkara-perkara yang diharamkan. Hal itu sama saja dengan memberi selamat atas sujud mereka kepada salib, bahkan lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wa ta’ala dan lebih dibenci oleh-Nya daripada selamat kepada orang yang minum minuman keras, menghilangkan nyawa orang, berzina dan sebagainya.

Banyak orang yang tidak memiliki pengetahuan agama yang baik jatuh ke dalam kesalahan-kesalahan seperti itu dan tidak menyadari kejelekan perbuatannya itu. Barangsiapa memberi ucapan selamat kepada seseorang atas kemaksiatan, bid’ah, atau kekafiran yang telah dilakukannya, maka sungguh dia telah (berani) menantang kemurkaan rnAllah.

Keharaman memberi ucapan selamat kepada orang-orang kafir atas hari-hari besar keagamaan mereka seperti yang disebutkan Ibnul Qoyyim di atas disebabkan di dalam ucapan tersebut terkandung pengakuan dan kerelaan atas syiar-syiar kekafiran yang mereka anut. Kalaupun dia tidak merasa rela dengan kekafiran tersebut untuk dirinya sendiri, namun tetap saja seorang muslim diharamkan merasa rela dengan syiar-syiar kekafiran untuk orang lain atau memberi ucapan selamat kepada orang lain atas syiar-syiar kekafiran tersebut. Hal itu karena Allah subnahahu wa ta’ala tidak rela dengan tindakan seperti itu sebagaimana yang Dia sebutkan dalam firman-Nya berikut:

”Jika kaliannkafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) kalian dan Dia tidak rela kekafiran bagi hamba-hamba-Nya; dan jika kalian bersyukur, niscaya Dia meridhai kesyukuran kalian itu.” (QS. Az-Zumar: 7).

”Pada hari ini, telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam menjadi agama kalian.” (QS. Al-Maidah: 3).

Memberi ucapan selamat kepada orang-orang kafir dalam hal-hal semacam itu adalah haram, baik mereka adalah partnernya (rekannya) dalam pekerjaan atau bukan.

Kemudian, jika mereka memberi ucapan selamat kepada kita pada hari-hari raya mereka, maka kita tidak boleh menjawabnya, karena hari-hari itu bukanlah hari-hari raya agama kita. Juga, karena Allah tidak rela dengan hari-hari raya itu. Karena bisa jadi hari raya itu bid’ah buatan mereka atau memang disyariatkan dalam agama mereka, akan tetapi telah dihapus dengan datangnya agama Islam yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad untuk seluruh manusia. Allah berfirman tentang agama Islam:

”Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan di akhirat kelak dia termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Ali Imran: 85).

Memenuhi undangan acara perayaan natal yang mereka selenggarakan adalah haram hukumnya karena hal itu lebih parah daripada sekedar mengucapkan selamat natal kepada mereka, karena berarti dia telah ikut serta dalam acara tersebut.

Kaum muslimin diharamkan juga tasyabbuh (meniru-niru) orang-orang kafir dengan mengadakan acara-acara perayaan hari natal, saling memberi hadiah atau parcel, meliburkan kerja, dan yang semisalnya berdasarkan sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam:

”Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka”. (HR Imam Ahmad).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidha’ ash-Shirat al-Mustaqim menulis, ”Tindakan menyerupai mereka (orang-orang kafir) dalam berhari raya mengakibatkan mereka bangga dengan kebatilan yang selama ini mereka lakukan. Dan hal itu akan mendorong mereka lebih bersemangat memanfaatkan segala kesempatan yang ada dan merendahkan orang-orang yang lemah.”

Jadi, barangsiapa melakukan hal-hal tersebut berarti dia telah berdosa, baik kelakuannya itu dengan alasan basa-basi, tenggang rasa, sungkan, maupun karena alasan-alasan lainnya. Karena semua itu termasuk sikap mudahanah (mengorbankan agama untuk kepentingan dunia) dalam agama dan termasuk di antara sebab-sebab yang menguatkan dan menumbuhkan kebanggaan orang-orang kafir dengan agama mereka.

Allah-lah yang kita mintai pertolongan-Nya untuk memuliakan kaum muslimin, menganugerahkan kekukuhan dalam beragama, dan menolong mereka menghadapi musuh. Sesungguhnya Dia Maha Kuat dan Maha Perkasa. Wallahu a’lam bish shawab.

Rumah Adalah Ladang Syurga Untuk Seorang Istri

Posted by Lathifatuz Zahroh Kamis, 18 November 2010, under | 0 komentar
“…Yang dikatakan syurga itu ialah ketaatan dan kesetiaan seorang isteri terhadap Allah dan suaminya serta tanggungjawab yang dijalankannya dengan ikhlas tanpa ada sebarang rungutan atau keluhan…”

KELEBIHAN ISTERI…

Melayan suaminya dijamin masuk syurga tanpa hisab dan mengikut pintu yang disukai.

Hadis Nabi s.a.w yang bermaksud :

“Apabila seorang wanita (isteri) itu telah melakukan sembahyang 5 waktu, puasa bulan Ramadhan,menjaga maruahnya dan mentaati perintah suaminya, maka ia dijemput di akhirat supaya masuk syurga mengikut pintu mana yang ia suka mengikut pilihannya.”

“ Mana-mana wanita yang melayani suaminya, meminyak rambut suaminya, menyikat janggutnya, menggunting misainya, mengerat kukunya, maka diakhirat ia diberi minum oleh Allah daripada air syurga dan ia diringankan seksaan ketika sakaratul maut (dekat dengan mati), di dalam kubur ia perolehi taman-taman seperti taman-taman syurga dan namanya dicatit sebagai orang yang lepas daripada seksa neraka dan selamat melintasi titian Sirat tanpa menempuh kesusahan.”

Seperti mana yang diriwayatkan oleh At Tabrani mengikut hadis Rasullah s.a.w :

“…Sukakah aku beritahu siapa dan bagaimanakah sifat isterimu yang bakal ditempatkan di syurga? Jawab para sahabat : Bahkan kami suka. Sabda Rasullah s.a.w lagi : Iaitu tiap-tiap isteri yang bersifat kasih sayang dan melahirkan banyak anak. Dan apabila ia dimarahi oleh suaminya, ia menyerahkan diri untuk dihukum sehingga suaminya redha (memaafkan kesalahannya)…”

Janji Allah kepada isteri-isteri yang mengandung :

“…Apabila seorang wanita itu mengandung, Allah menjanjikan pahalanya sama seperti pahala puasa fisabilillah. Ganjaran ini tidak termasuk lagi dengan kesakitan sewaktu berrsalin, melahirkan anak, menyusu dan menjaga anak.” Janji Allah kepada isteri-isteri yang menyusukan anak-anaknya.

Menurut riwayat Al Hassan bin Sofwan, At Tabrani, Ibnu Asakir dan Salamah yang menyusu Saidina Ibrahim anak Rasullah s.a.w setiap teguk (satu sedutan) Allah akan berikan satu kebajikan dan ganjaran. Bila si ibu tadi tidak tidur kerana menjaga anaknya yang sekejap-sekejap menangis kesakitan dan sebagainya, Allah akan berinya lagi pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dalam jihad fisabilillah dengan ikhlas.

Kelebihan wanita-wanita yang mengandung :

“…Apabila seorang wanita mengandung (janin) di dalam rahimnya maka beristighfar para malaikat untuknya Allah akan mencatit baginya 1000 pahala dan kebajikan dan menghapuskan 1000 dosa.

Apabila ia sakit hendak bersalin, Allah akan mencatit lagi pahala kepadanya seimbang dengan pahala orang lelaki yang berjihad fisabililah.Apabila ia telah melahirkan anak, maka gugurlah segala dosanya dan jadilah ia bersih tanpa sebarang dosa sepertimana ia mula-mula dilahirkan oleh ibunya dahulu (seperti bayi yang baru lahir).”

Kelebihan isteri-isteri yang menjaga anak-anaknya :

“ Menjahit pakaian anak-anak, Allah mencatitkan perbuatan baik yang dilakukan sebanyak helaian benang pakaian yang dibuat dan memadamkan seratus catitan perbuatan jahat yang pernah dilakukannya. Disamping itu juga Allah akan mencatitkan baginya ganjaran sama dengan orang yang memberi makan kepada orang yang tidak berpakaian.”

“Meminyakkan rambut anak, menyikatkannya, mencuci pakaian-pakaian mereka dan memandikan anak-anak, Allah menjanjikan satu pahala besar kepada para ibu yang berbuat demikian. Allah akan mencatitkan pekerjaan baik sebanyak helaian rambut anak dan memadamkan sebanyak itu juga pekerjaan jahat serta membuatkan dirinya kelihatan berseri-seri di mata orang yang melihatnya."

EMPAT GOLONGAN WANITA YANG DIJAMIN SYURGA OLEH RASULULLAH SAW :

1. Wanita yang menjaga dirinya daripada perkara yang haram dan dia tetap berbakti kepada Allah (mematuhi hukum Allah).

2. Perempuan yang banyak keturunan (banyak anak) lagi penyabar serta menerima sahaja pemberian Allah itu serta bersabar dengan kehidupan yang serba kekurangan dan apa sahaja nafkah yang diberikan oleh suaminya.

3. Perempuan yang bersifat pemalu. Apabila suaminya keluar menjalankan tugas, dia akan menjaga mulutnya daripada berkata yang boleh mengguris hati suaminya.

4. Perempuan yang kematian suami dan ia mempunyai anak, dan dia tetap menjaga diri dan terus menerus menjaga dan mendidik anaknya yang yatim dan tidak bersedia untuk berkahwin lain kerana takut anak-anaknya itu terbiar.

“…Justeru itu, lakukanlah segala urusan rumah tangga dengan sabar, ikhlas dan bersungguh-sungguh. Terimalah hakikat bahawa Allah menjadikan wanita itu sebagai seorang isteri dan juga ibu.”

Dandanan Yang Dilarang Dalam Islam

Posted by Lathifatuz Zahroh Minggu, 14 November 2010, under | 0 komentar

Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:

“Allah S.W.T mengutuk orang-orang menyambung rambut dan meminta disambungkan,juga orang yang membuat tato dan orang yang dimintakan membuat tato” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sementara hadis lain, Rasulullah S.A.W juga pernah bersabda: Diriwayatkan daripada ‘Alqamah dari Abdullah bin Mas’ud r.a, katanya :

“Allah S.W.T mengutuk orang- orang yang membuat tato sebagai hiasan, juga orang yang meminta dibuatkan tato padanya, Orang- orang yang mengubah dan membentuk alis matanya, juga orang-orang yang meminta diubahkannya, orang- orang yang mengubah bentuk gigi untuk kelihatan lebih rapi dan kemas dengan mengubah ciptaan Allah S.W.T.”

Sebenarnya banyak hadis yang membicarakan hal ini, dengan kata lain menunjukkan bahawa perbuatan tersebut adalah diharamkan dalam islam. Oleh itu, para muslimah sama ada yang belum berkahwin atau yang sudah berkahwin hendaklah menghidari perbuatan-perbuatan yang tersebut.

Untuk memudahkan pembaca untuk memahami, saya akan senaraikan hal-hal yang diharamkan yang telah disebutkan dalam hadis tadi.

1. Mengunakan rambut palsu

2. Orang yang meminta kepada orang lain supaya rambutnya disambung dengan rambut orang lain (cemara). Atau menyambung bulu mata agar nampak lebih panjang dan lentik.

3. Membuat tato atau menusuk badan menggunakan jarum atau pisau atau benda tajam lainnya sama ada di telapak tangan, pergelangan, di bibir atau di tempat anggota tubuh yang lain hingga mengeluarkan darah yang kemudiannya menampakkan tanda disitu. Untuk menghasilkan warna hijau pada tempat yang luka, selalunya mereka menggunakan sejenis celak ataupun sejenis pewarna yang mengakibatkan ada kesan warna hijau padanya.

4. Mencukur rambut wajah supaya kelihatan licin, hal ini dikhususkan agar kening atau rambut alis mata letaknya nampak lebih tinggi ataupun supaya nampak sama agar nama lebih cantik dan menarik.

5. Merapikan gigi supaya kelihatan kemas samaada dengan menggunakan alat besi atau apa saja jenis cara agar nampak lebih cantik. Namun dalam keadaan yang memudaratkan perkara ini diharuskan dalam islam. Ia menjadi haram jika seseorang itu sudah mempunyai gigi yang kemas namun masih juga membentuknya kerana ingin nampak lebih menawan.

Kesemua yang disebutkan diatas itu adalah diharamkan oleh islam samaada orang yang meminta supaya dilakukan kepadanya atau orang yang melakukan hal tersebut kepada yang meminta kepadanya.

Begitu juga para isteri muslimah. Perkara diatas memang diharamkan. Ada sesetengah para isteri zaman ini beranggapan bila sudah kahwin, mereka boleh mencukur kening atau sebagainya kerana mendapat keizinan suami. Hakikatnya ia adalah diharamkan. Oleh itu seorang isteri seharusnya menghindari bentuk dandanan yang diharamkan dalam islam, begitu juga suami, suami yang baik tidak akan menyuruh isterinya melakukan perkara yang diharamkan dalam islam. Apabila perbuatan yang di atas tadi diharamkan islam dilakukan oleh para isteri muslimah maka menggunakan cara- cara tersebut walaupun pada suami sendiri pun diharamkan jua.

Oleh itu para muslimah juga kepda seluruh kaum muslimin, janganlah melakukan hal- hal seperti diatas tetapi perhatikanlah ajaran Allah S.W.T dan redalah, pasrahlah kepadanya kerana memang itulah yang terbak untuk kita. Setiap peraturan atau larangan yang datang dari Allah S.W.T seharusnya kita sambut dan turuti dengan baik.

*Artikel ini ditulis berpandukan buku yang bertajuk ‘Isteri Yang Membahagiakan Suami’. Muka surat 44-51.Karangan: Muhammad Abdul Halim. Cetakan 1996.*

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta

Posted by Lathifatuz Zahroh Sabtu, 16 Oktober 2010, under | 0 komentar

Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak.......

Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda.

Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini, badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap, kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari,barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya,........

Bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi. Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara dia langsung dihadapkan oleh tugas-tugas yg sdh menunggunya, membereskan rumah, memikirkan makanan apa yg hrs dihidangkan hari ini atau bahkan bersiap untuk berangkat kerja sedangkan anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi.....

Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu,....

apakah yang Anda pikirkan tentang dia????

Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama Anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam bicara, tulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya yaitu membantu mencari nafkah.

Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut???

Tentu saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak anak-anak dengan mata rnembelalak.

Tidak!!!

Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar. Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak.

Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita rnenjerit karena cubitannva yanq bikin sakit.

Apa artinya?

Benar,..... seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui dan dihargai meski tak pernah meminta kepada Anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.

Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw, tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.

Alhasil,....

ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita?

Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari. Ada juga perasaan aman dan dilindungi dalam kelangsungan hidupnya dan anak-anaknya baik secara materi dan non materi.

Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun ia.

Ada lagi yang lain:

Pengakuan dan penghargaan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar untuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang???

Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.

Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,

“Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?”

Sulit melakukan ini???

Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah.

Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda.

Yang jelas,....

Ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar.

Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda ‘Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya,Rasulullah Saw.,

“Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku.”

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya. Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan.

Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu.

Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita.

“Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,”

kata Rasulullah Saw. melanjutkan,

"kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik. “

Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan kepada Allah Taala bagaimana kita menunaikan amanah dari-Nya, apakah kita mengabaikannya sehingga gurat-gurat an dengan cepat rnenggerogoti wajahnya, jauh lebih awal dari usia yang sebenarnya?

Ataukah,....

kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri ???

Saya tidak tahu,....

Sebagaimana saya juga tidak tahu apakah sebagai suami saya sudah cukup baik. Jangan-jangan tidak ada sedikit pun kebaikan di mata istri. Saya hanya berharap istri saya benar-banar memaafkan kekurangan saya sebagai suami. Indahya, semoga ada kerelaan untuk menerima apa adanya.

Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya.

Semoga Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk istri Anda.

**(Ungkapan sederhana bagi seseorang yang pernah hadir dalam hidupku dan seseorang yang akan menjadi pendamping hidupku, walau semua yang pernah ada tersimpan dalam rangkuman bait memory lama, maafkan,....)



6 Kebutuhan dasar Pria dan Wanita

Posted by Lathifatuz Zahroh , under | 0 komentar
Dan inilah,....
enam kebutuhan mendasar pria dan wanita


Seseorang curhat diemail..... trus lanjut di Hp,
kata-katanya terdengar hopeless tapi kayaknya jamak banget kedengar

Sebenarnya apa yang bikin seseorang "click" dengan orang lain... terutama pasangan katanya kalau .....

  1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.
    (Ooooo..thats way dia suka liat isi Hp kita?!?)

  2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.
    (Ooooo..thats way dia suka telat?!?)

  3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.
    (Ooooo..thats way dia suka cemberut jika kita ndak mau denger omelannya)

  4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.
    (Ooooo....yang ini ndak bisa dikoment lagi)

  5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.

  6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan
    (thats way banyak cewek cakep dapat cowok tajir)



kalu ini emang udah hukum alamnya....yo, wis... lah....
masing-masing harus "mau" menyenangkan pasangannya, yang memang berbeda

kalau mau sama
kawinin tuh cermin ato Hombreng ajee,.....

Berpuasa Sunnah 6 Hari Pada Bulan Syawal

Posted by Lathifatuz Zahroh Jumat, 17 September 2010, under | 0 komentar
Berpuasa 6 hari pada bulan Syawal setelah puasa wajib di bulan Ramadhan adalah merupakan puasa Sunnah Mustahabbah, bukan wajib. Namun puasa ini sangat disarankan kepada umat Muslim, karena kebaikan yang banyak yang ada padanya dan pahalanya yang amat besar. Barangsiapa berpuasa 6 hari pada bulan Syawal (setelah berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan) akan dicatat baginya pahala seperti dia telah berpuasa selama satu tahun penuh, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits sahih.


Abu Ayyuub (semoga Allah meridhoinya) meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan dan kemudian meneruskannya dengan 6 hari pada bulan Syawal, maka seolah-olah dia berpuasa sepanjang hidupnya." (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nisaa'i dan Ibn Maajah). Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan hal ini kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa berpuasa selama 6 hari setelah hari Raya Idhul Fitri berarti telah memenuhi tahun itu: (barangsiapa berbuat kebaikan [hasanah] akan mendapatkan 10 hasanah yang serupa dengannya)."


Berdasarkan riwayat yang lain: "Allah telah membuat untuk setiap kebaikan (hasanah) 10 kebaikan (hasanah) yang serupa, maka satu bulan berpuasa adalah sama dengan sepuluh bulan berpuasa, dan dilanjutkan dengan berpuasa 6 hari berarti telah memenuhi sepanjang tahun." (al-Nisaa'i dan Ibnu Maajah. Lihat juga Sahih al-Targhib wa'l-Tarhib, 1/421). Hal ini juga diriwayatkan oleh Ibn Khuzayman dengan kata-kata: "Berpuasa sebulan dalam bulan Ramadhan mendapatkan balasan 10 kali yang serupa, dan berpuasa selama 6 hari mendapatkan pahala bagaikan berpuasa selama 2 bulan, dan hal ini berarti berpuasa selama satu tahun penuh."


Madzab Hanbali dan Syafi'i menjelaskan bahwa puasa 6 hari pada bulan Syawal setelah berpuasa Ramadhan membuatnya seolah-olah seseorang telah berpuasa selama satu tahun penuh, karena pelipatganda-an pahala berlaku pula terhadap puasa-puasa sunnah, karena setiap kebaikan (hasanah) di hitung sebagai 10 hasanah.


Hal lain yang menunjukkan pentingnya puasa 6 hari pada bulan Syawal adalah bahwa puasa sunnah ini akan menutup kelemahan-kelemahan yang mungkin terjadi dalam puasa di bulan Ramadhan, karena tidak seorangpun yang terbebas dari kelemahan-kelemahan yang boleh jadi berpengaruh pada puasanya. Pada hari berbangkit, amalan-amalan sunnah akan diperhitungkan untuk mengejar kelemahan-kelemahan dalam amalan-amalan wajib, sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Yang pertama kali akan dihisab pada hari berbangkit adalah Shalat. Robb kita, Yang Maha Mulia dan Maha Agung, akan berkata kepada malaikat-malaikat-Nya - meskipun Dia Maha Tahu - 'Periksalah sholat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah tidak.' Apabila sempurna, akan dicatat sebagai sempurna, dan apabila ada kekurangannya, Dia akan berfirman, 'Periksa dan lihatlah apakah hamba-Ku telah melakukan sholat-sholat sunnah.' Jika dia telah melakukan sholat-sholat sunnah, (Allah) akan berfirman, Sempurnakan amalan wajib hamba-Ku dengan amalan-amalan sunnahnya.' Kemudian semua amalannya akan dihitung dengan cara yang sama." (diriwayatkan oleh Abu dawud). Wallahu a'lam bishawab.


PS:
(*Tentu amatlah tidak pantas bagi kita untuk "berhitung" atas pahala yang Allah berikan terhadap amalan kita.... karena sesungguhnya Nikmat dan Karunia Allah yang turun kepada kita tiadalah terhitung banyaknya. Namun mudah-mudahan apa yang disampaikan di atas membuat kita berlomba-lomba untuk melakukan ibadah sunnah disamping mengerjakan yang wajib.
**Bagi ukhti....puasa sunnah hanya bisa dijalankan apabila yang wajib telah terpenuhi... maka marilah bergegas untuk "melunasi" hutang puasa apabila ada... sehingga Insya Allah masih mendapat kesempatan untuk memenuhi puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal ini.
***Mohon apabila ada di antara saudaraku di PESAN ini yang mendapatkan adanya hadits yang tidak sahih dari antara tulisan-tulisan yang saya postingkan ke PESAN ini, yang barangkali karena kekhilafan saya, sudilah kiranya segera menyampaikan pembenarannya kepada saya, jazzakumullah. Semoga Allah Yang Maha Pengampun mengampuni kekhilafan-kekhilafan saya, amien.)


(Sumber: Diterjemahkan dari Alharamain Monthly Online Newsletter, vol. 5 issue 11)

Perkara Sebelum Tidur( Tafsir Haqqi )

Posted by Lathifatuz Zahroh Kamis, 12 Agustus 2010, under | 0 komentar
Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : "Ya Aisyah jangan engkau tidur
sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1.Sebelum khatam Al Qur'an,
2.Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridloi kamu,
4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh....


Bertanya Aisyah :
"Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"

Rasul tersenyum dan bersabda :
"Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tigakali seakan-akan kau
mengkhatamkan Al Qur'an.

Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul
lahuu kufuwan ahad' ( 3 x )


Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan
memberi syafaat di hari kiamat.

Bismillaahirrohmaanirrohiim, Alloohumma shollii 'alaa syaidinaa Muhammad
wa alaa aalii syaidinaa Muhammad ( 3 x )


Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.

Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa
huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x )



Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil,bertakbir maka
seakan-akankamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh"

Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar(3 x )

Yuk kita amalkan...
Renung-renungkan dan selamat beramal...